Kepalan tangaku melemah,
Berbeda dengan 3 hari sebelumnya..kepalan tangaku ini mungkin dapat merobohkan sebuah tembok yang sudah beratus tahun umurnya. Amarah yang timbul di saat kondisi semakin menghimpitku.
Ini bukan sifat ku, tidak juga seperti biasanya. Kesedihan selalu menyelimuti hatiku hingga pada detik ini. Akhh… apakah harus begini jalan hidupku.
Ku lelah bermimpi, ingin ku tetap berada di dalam koridor rencana Tuhan tetapi aku tidak sanggup lagi. Apa gunanya bersabar, apa gunanya berjuang jika yang ku dapat hanya sebuah kekalahan seperti ini. Capek rasanya selalu bersabar. Ingin ku lampiaskan rasa kesal dan kecewa ini tapi pada siapa ? mungkinkah pada diriku sendiri ? jika iya, bagaimana cara melampiaskan kepada tubuh ini sendiri ??
Apa itu Tuhan ?
Apa itu rencana indah MU untuk hidupku ?
Di dalam perasaan yang campur aduk ini, bagaimana Engkau menunjukkan kebesaranMu di dalam hidupku ?
Apa gunanya lagi aku menyesal sekarang ? tiada guna ku rasa. Beberapa hari yang lalu ku katakan dalam hatiku Engkau sungguh tidak adil !
Semua mimpi yang ku rancang, semua perjuangan, semua yang sakit telah ku alami tapi apa yang ku dapat ?? “sebuah kekecewaan”..
Maafkan aku Tuhan ku tau ini salah, ku tahu pulak ini adalah dosa walau di tengah situasi yang sempit ini ku masih dapat berpikir secara rasional.
Tapi itulah yang ku rasakan beberapa hari yang lalu.
Sekarang ?
Hahahaa..entahlah ! pikirku
“nita..ayo semangat Tuhan punya rencana indah buat hidupmu, tetap bertekun dalam doa” ucap seorang temanku padaku dan beberapa orang juga mengatakan hal demikian padaku.
Ingin ku berteriak pada mereka “heii..kalian, mudah bagi kalian mengucapkan seperti itu padaku, mudah kan ?!! tapi bagaimana jika posisi kalian di dalam posisi ku seperti sekarang ini ?? akankah kalian melakukan hal yang sama seperti yang kalian ucapkan tadi ?!! atau itu hanya akan menjadi perkataan busuk kalian tanpa ada pelaksanaan di dalam diri kalian masing2 !!“..
Tapi apa gunanya ku berteriak seperti itu, jika dicerna lebih mendalam lagi ku akui perkataan mereka ada benarnya juga.
“aku tidak tahu apa rencanaMu Tuhan , rencana indah itu aku gak tahu apa dan kapan itu akan terjadi..tetapi setahuku selama aku masih punya kekuatan selama aku masih berpegang di dalam Engkau ku tahu Bapa indah hidupku akan sesegera mungkin menghampiriku..”.
Apa yang terpikir olehku selama ini, akan Kau sediakan bagiku sebuah kejutan yang sangat mengharu biru nantinya, yang dapat membuat semua orang terlebih orangtua ku dapat bangga terhadapku.
Mari Bapa, masuklah Engkau ke dalam hatiku lagi..Bantu aku Bapa
Ku berlutut di hadapanMu memohon, beri padaku kekuatan, beri padaku semangat..agar ku dapat seperti yang Engkau ingini terhadapku…
Lega sudah, kelegaan luar biasa ku dapati setelah berucap padaNya seperti tadi..
Saatnya berjuang kembali, berjuang meraih mimpi baru yang telah direncanakanNya untukku…
Nitha_ :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar